"Perbedaan pernyataan antara pihak AS dan Iran menciptakan rasa tidak aman di pasar," ujar Yugo Tsuboi, chief strategist di Daiwa Securities. Ia menambahkan bahwa "indikasi kejenuhan beli di pasar saham juga menjadi faktor kuat yang mendorong investor melakukan aksi ambil untung."
Meskipun tren positif sektor AI terus mendorong pasar saham ke rekor tertinggi, sentimen geopolitik dari Timur Tengah yang mementahkan harapan damai kerap membuat pasar berfluktuasi tajam. Investor memang masih melihat peluang tercapainya kesepakatan AS-Iran, namun situasi rapuh di Selat Hormuz membuat harga energi tetap menjadi perhatian utama karena menjadi motor penggerak inflasi dan arah suku bunga dalam jangka pendek.
Selama ini, Trump berulang kali mengeklaim bahwa negosiasi mengalami kemajuan pesat dan mendekati kesepakatan, meskipun gencatan senjata yang dimulai sejak April lalu tetap rapuh. Sebaliknya, Iran membantah laporan pekan lalu yang menyebutkan kesepakatan sementara sudah dekat. Pada hari Senin, Iran bahkan menyatakan akan bertindak bersama kelompok proksinya, "Poros Perlawanan", untuk melawan Israel jika pertempuran di Lebanon terus berlanjut.
"Ekspektasi terhadap kesepakatan AS-Iran masih sangat dinamis," kata Jason Pride dan Michael Reynolds, analis dari Glenmede. "Serangan militer baru-baru ini dan pernyataan yang saling bertolak belakang dari kedua belah pihak menunjukkan bahwa poin-poin krusial dalam draf perdamaian masih belum terselesaikan."
Sementara itu, indeks S&P 500 di bursa AS berhasil mencatatkan kenaikan dalam delapan hari berturut-turut. Ini merupakan tren penguatan terpanjang sejak Mei 2025 yang disokong oleh sentimen positif industri AI.
Alphabet Inc mengumumkan rencana penggalangan dana sebesar US$80 miliar melalui penawaran saham, termasuk kesepakatan investasi dengan Berkshire Hathaway Inc. Langkah raksasa teknologi ini menegaskan besarnya skala belanja korporasi dalam persaingan membangun infrastruktur AI.
Pada sesi perdagangan pasca-penutupan bursa, saham Hewlett Packard Enterprise Co melesat tajam hingga 27%. Lonjakan ini terjadi setelah perusahaan merilis proyeksi penjualan tahunan yang melampaui estimasi pasar, dipicu oleh masifnya pertumbuhan permintaan server dan jaringan berbasis AI.
Dari pasar valuta asing Asia, mata uang yen bergerak stabil setelah Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menyatakan bahwa otoritas siap mengambil langkah intervensi yang diperlukan di pasar valas. Pernyataan tersebut muncul beberapa hari setelah data resmi menunjukkan pemerintah Jepang melakukan intervensi mata uang dengan nilai rekor pada periode akhir April hingga akhir Mei lalu.
Di tempat lain, indeks dolar AS terpantau menguat pada perdagangan hari Senin menyusul rilis data aktivitas manufaktur AS bulan Mei yang berekspansi dengan laju tercepat dalam empat tahun terakhir. Laporan dari Institute for Supply Management (ISM) tersebut juga mengindikasikan bahwa biaya input produksi terus naik tajam, di mana indikator harga yang dibayarkan produsen mendekati level tertinggi yang terakhir terlihat pada tahun 2022.
Kini, fokus investor tertuju pada rangkaian data ekonomi terbaru, termasuk laporan data ketenagakerjaan (Non-Farm Payroll) bulan Mei yang akan dirilis hari Jumat. Data ini menjadi petunjuk penting mengenai kesehatan ekonomi AS serta arah kebijakan moneter The Fed di bawah kepemimpinan gubernur yang baru, Kevin Warsh.
"Ada pandangan yang mulai berkembang bahwa pertumbuhan ekonomi AS bisa kembali berakselerasi seiring investasi AI yang mulai merembes ke sektor ekonomi yang lebih luas," tulis Chris Turner, head of foreign-exchange strategy di ING Bank, dalam catatannya pada hari Senin. "Data minggu ini kemungkinan akan memperkuat narasi bahwa The Fed bisa lebih tenang dengan target lapangan kerja penuh mereka dan mulai fokus sepenuhnya pada risiko kenaikan inflasi."
Pergerakan utama pasar:
Saham
- Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,4 persen pada pukul 09.45 waktu Tokyo.
- Kontrak berjangka Hang Seng turun 0,1 persen.
- Indeks Topix Jepang turun 1,1 persen.
- Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1 persen.
- Kontrak berjangka Euro Stoxx 50 naik 0,1 persen.
Mata Uang
- Indeks Bloomberg Dollar Spot relatif tidak berubah.
- Euro stabil di US$1,1632.
- Yen Jepang stabil di 159,70 per dolar AS.
- Yuan offshore relatif tidak berubah di 6,7643 per dolar AS.
- Dolar Australia stabil di US$0,7161.
Kripto
- Bitcoin turun 0,4 persen menjadi US$71.074,51.
- Ether turun 0,4 persen menjadi US$1.995,45.
Obligasi
- Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun stabil di 4,46 persen.
- Imbal hasil obligasi Jepang tenor 10 tahun naik satu basis poin menjadi 2,690 persen.
- Imbal hasil obligasi Australia tenor 10 tahun naik satu basis poin menjadi 4,90 persen.
Komoditas
- Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) relatif tidak berubah.
- Emas spot relatif tidak berubah.
Artikel ini disusun dengan bantuan Bloomberg Automation.
(bbn)





























