Logo Bloomberg Technoz

"Kita tidak mau nanti satu niat yang baik kalau dikelolanya tidak baik nanti menjadi problem yang pemindahan masalah saja," kata dia.

"Jadi kami memastikan bahwa perusahaan yang dibentuk itu nanti akan berjalan dengan transparan dan dapat diawasi oleh seluruh masyarakat Indonesia."

Sepanjang 2025, ketiga komoditas tersebut berkontribusi sebesar US$66,13 miliar atau stara 23,4% dari total ekspor nasional.

Perinciannya, batu bara menyumbang US$24,48 miliar; CPO sebesar US$24,42 miliar; serta paduan besi senilai US$16,49 miliar.

Tuai Kontroversi, Ini Alasan Danantara Tunjuk Luke Thomas Pimpin DSI. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Adapun, Danantara sendiri sebelumnya baru menunjuk satu orang, yakni Direktur Utama PT DSI Luke Thomas Mahony beberapa waktu lalu. Mahony memiliki rekam jejak di industri pertambangan baik di perusahaan multinasional, maupun di Indonesia.

Dirinya tercatat pernah bergabung dengan Vale SA yang merupakan perusahaan induk PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), salah satu perusahaan tambang nikel terbesar di Indonesia yang beroperasi di Pulau Sulawesi.

Dalam kesempatan terpisah, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir mengatakan akan membuka rekrutmen bagi warga negara asing untuk dapat menjadi bagian dari PT DSI.

“Jadi dari sisi sumber daya manusia, rekrutmen kami global. Bukan hanya di Indonesia, semuanya global,” ungkap Pandu dalam agenda Investor Daily Round Table, Selasa (26/5/2026).

Pandu mencontohkan, untuk komoditas batu bara, hanya ada sekitar 2.000 pedagang (trader) di dunia. Dengan demikian, Danantara juga berpotensi merekrut tim trader global yang sudah ada untuk menjadi bagian PT DSI.  

“Sama juga dengan CPO, sebagian besar juga banyak di dalam dan juga di luar negeri. Kita harus rekrut talenta global, seperti itu,” jelasnya. 

Meski begitu, Pandu memastikan bahwa Danantara juga akan melakukan rekrutmen di dalam negeri melalui badan usaha milik negara (BUMN).

“Tentu nanti akan ada juga dari BUMN yang akan kita coba rekrut. Juga SDM yang sudah ada itu untuk bisa belajar bareng,” ungkapnya.

Danantara juga membuka peluang adanya transfer pengetahuan dari talenta di luar negeri kepada talenta di dalam negeri.

“Contoh dari sisi pendanaan, kalau sangat fokus kepada trade financing, sebagian besar talentanya tuh tidak banyak di Indonesia, kebanyakan di luar negeri. Ini juga kita harus bisa rekrut untuk mentransfer pengetahuan soal pembiayaan yang menyangkut komoditas,” jelasnya. 

(wdh)

No more pages