"Katakanlah El Nino berlangsung sampai enam bulan sekalipun, cadangan pangan kita masih cukup untuk menghadapi skenario yang paling berat," tutur dia.
Selain menjaga kecukupan cadangan pangan, otoritas pertanian juga memastikan infrastruktur air melalui revitalisasi jaringan irigasi, pembangunan dan perbaikan sarana pengairan, pengeboran air tanah, serta program pompanisasi di berbagai sentra produksi pangan.
Sejak 2024, Kementan telah menyalurkan hampir 100 ribu unit pompa air ke berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari strategi menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan dan perubahan iklim.
Adapun, kata dia, peningkatan produksi pangan hanya dapat dicapai melalui peningkatan luas tanam. Karena itu, pemerintah terus memastikan seluruh kebutuhan petani terpenuhi, mulai dari air irigasi, benih, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian.
"Yang kita panen adalah hasil dari yang kita tanam. Kunci pertanian itu sederhana, kalau ingin panennya lebih banyak maka tanamnya harus lebih banyak," kata dia.
"Karena itu pemerintah memastikan seluruh kebutuhan produksi dipenuhi agar petani bisa meningkatkan luas tanam dan produktivitasnya."
(ibn/naw)




























