Waspadai Fenomena El Nino yang Bakal Hantam Indonesia
Muhammad Fikri
02 July 2026 12:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai kategori kuat pada 2026 berpotensi menurunkan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia selama puncak musim kemarau. Kondisi tersebut diperkirakan meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gangguan produksi pangan, hingga tekanan terhadap inflasi daerah.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan bahwa hasil pemantauan menunjukkan El Nino telah memasuki kategori kuat dengan peluang mencapai 98%. Fenomena tersebut diperkirakan berlangsung selama sembilan hingga 12 bulan, namun dampak paling besar akan dirasakan ketika bertepatan dengan musim kemarau.
"Yang perlu kita waspadai bukan lamanya El Nino, tetapi ketika fenomena ini bertepatan dengan musim kemarau. Pada periode itulah curah hujan menjadi lebih sedikit dibandingkan kondisi normal sehingga berbagai sektor perlu meningkatkan kesiapsiagaan," ujar Faisal di Jakarta seperti dikutip Kamis (2/7/2026).
BMKG memperkirakan penurunan curah hujan terjadi pada periode Juli hingga Oktober 2026, terutama di wilayah selatan garis khatulistiwa. Daerah yang diperkirakan mengalami dampak paling signifikan meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi, hingga Papua bagian selatan.
Menurut BMKG, berkurangnya curah hujan dapat memicu defisit air yang berdampak pada sektor pertanian, mulai dari terganggunya fase pertumbuhan tanaman, penurunan produktivitas, hingga meningkatnya risiko puso.
































