Keputusan PBB tersebut memicu reaksi keras dari pemerintah Israel. Secara historis, hubungan antara Israel dan para pejabat tinggi PBB kerap diwarnai perbedaan pandangan, khususnya terkait dengan kebijakan Israel di Gaza dan Tepi Barat.
"Meskipun Israel kemungkinan besar akan melanjutkan kerja sama teknis dengan beberapa badan PBB, makna simbolis di balik keputusan Tel Aviv menangguhkan hubungan dengan diplomat tertinggi PBB ini tidak dapat diabaikan," analisis Daniel Forti, Kepala Urusan PBB di International Crisis Group. "Keputusan ini menjadi retakan baru dalam hubungan yang memang sudah rusak antara PBB dan pemerintah Israel."
Ketegangan itu semakin memburuk setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan perang yang terjadi setelahnya. Israel menuduh badan dunia tersebut bersikap bias, sementara berbagai lembaga PBB berulang kali mengecam besarnya krisis kemanusiaan di Gaza. Pejabat Israel juga menuduh badan utama kemanusiaan PBB di Gaza memberikan perlindungan bagi Hamas dan berupaya membongkar operasi lembaga tersebut.
“Keputusan ini adalah contoh lain dari permusuhan institusional PBB terhadap Israel yang sudah berlangsung lama,” tulis Kementerian Luar Negeri Israel dalam unggahan di platform X.
Sebelumnya, Guterres telah memperingatkan Israel dan Rusia bahwa keduanya berisiko dimasukkan ke dalam daftar tersebut. Dalam surat kepada utusan Israel untuk PBB tahun lalu, Guterres menjelaskan bahwa laporan PBB menemukan “informasi kredibel mengenai pelanggaran yang dilakukan pasukan bersenjata dan aparat keamanan Israel terhadap warga Palestina di sejumlah penjara, pusat penahanan, dan pangkalan militer.”
Misi Israel untuk PBB mengecam pencantuman negaranya dalam daftar pelaku pelanggaran tersebut. Mereka menyebut Danon dan delegasi Israel telah mengadakan sejumlah pertemuan dengan perwakilan PBB guna menyerahkan dokumen serta data untuk menjawab tuduhan dan kekhawatiran yang disampaikan sekretaris jenderal tahun lalu.
“Meski demikian, Sekretaris Jenderal PBB memilih mengambil keputusan politik dan memasukkan Israel sejajar dengan Hamas serta organisasi teroris,” demikian pernyataan misi Israel.
(bbn)































