Yang jadi perhatian, penurunan 8,88% turut menyeret harga saham AMRT ke titik terendah sejak 14 Maret 2022 silam, atau 4 tahun. Turut diperberat oleh sentimen rebalancing MSCI.
Lantas bagaimana perkembangan jumlah karyawan emiten PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart dari tahun ke tahun? Serta bagaimana jumlah ekspansi gerai perusahaan? Apakah terus bertumbuh atau justru tertahan?
Biarpun tersengat isu penutupan di daerah tersebut, jalannya ekspansi Alfamart terus berlangsung yang tercermin dari penambahan jumlah karyawan secara total keseluruhan, selaras dengan pertumbuhan gerai yang terus bertambah.
Dengan demikian, persoalan yang tengah hangat di Lombok Tengah menjadi perhatian sekilas karena bertolak belakang dengan tren ekspansi agresif PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
| Emiten | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 |
| AMRT (Alfamart) | 133.687 | 182.398 | 195.757 | 204.835 | 213.289 |
Sumber: Tim Riset Bloomberg Technoz, Annual Report–Perseroan dan Entitas Anak
Terlebih lagi jika mencermati sisi ekspansi retail modern, AMRT dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) perusahaan induk usaha (holding) dari Indomaret (PT Indomarco Prismatama), juga selaras dengan keberhasilan mencatatkan pertumbuhan jumlah gerai tiap tahunnya.
| Gerai | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 |
| AMRT (Alfamart) | 16.492 | 17.813 | 19.087 | 20.120 | 21.120 |
| DNET (Indomaret) | 19.500 | 21.200 | 22.400 | 23.107 | 24.000 |
Sumber: Tim Riset Bloomberg Technoz, Annual Report–Perseroan dan Entitas Anak
Berdasarkan laporan tahunan perusahaan, dilansir sedari tahun 2021 hingga 2025, pertumbuhan Alfamart amat ekspansif dari total 16.492 gerai menjadi 21.120 gerai per penutupan tahun, senada dengan Indomaret yang juga gencar membuka gerai baru di berbagai wilayah, dari 19.500 gerai Indomaret pada 2021 menjadi total keseluruhan 24.000 lebih pada tahun 2025.
Lebih jauh, menurut data tersebut, bila menghitung CAGR (Compound Annual Growth Rate) untuk jumlah gerai Alfamart dari 2021 hingga 2025, pertumbuhannya amat impresif mencapai 6,4% per tahun.
Artinya, rata–rata jumlah gerai AMRT bertumbuh 6,4% per tahun secara compounding selama 2021–2025.
Adapun bagi Indomaret, CAGR nya terbilang 5,3% per tahun. Namun gap jumlah gerai amat menarik dengan pencapaian yang lebih besar, dengan basis Indomaret lebih tinggi.
| Emiten | CAGR Pertumbuhan Gerai 2021–2025 |
| Alfamart | ±6,4% |
| Indomaret | ±5,3% |
Sumber: Tim Riset Bloomberg Technoz, Annual Report–Perseroan dan Entitas Anak
Menyitir riset UBS, penambahan gerai pada 2026 juga terlihat ekspansif mencapai +209 gerai secara year–to–date (dengan +167 gerai Alfamart dan +41 gerai Alfamidi), sehingga grup tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai sekitar 1.000 pembukaan gerai sepanjang 2026 (800 Alfamart dan 200 Alfamidi).
Terlebih lagi senada dengan itu, riset Sucor Sekuritas menyebut, prospek pertumbuhan kedepannya amat kuat, diproyeksikan AMRT mampu mempertahankan jalur pertumbuhan laba yang solid.
“Pertumbuhan tersebut diperkirakan akan didukung oleh: ekspansi di luar Jawa, inisiatif efisiensi biaya, serta perbaikan bauran penjualan menuju kategori dengan margin lebih tinggi seperti personal care, makanan beku (frozen food), dan produk non–makanan,” papar Sucor Sekuritas dalam riset terbarunya, mengutip Selasa (26/5/2026).
Atas dasar tersebut, Sucor tegas menyematkan rating rekomendasi beli/buy saham AMRT dengan target harga berpotensi mencapai Rp2.200/saham.
“Kami mempertahankan rekomendasi BUY dengan target harga Rp2.200/saham, yang merefleksikan valuasi forward PE sebesar 23,6x,” paparnya.
Sejumlah daya tarik, eksposurnya terhadap pertumbuhan retail modern, rekam jejak eksekusi bisnis yang terbukti solid di berbagai siklus ekonomi, serta neraca keuangan yang kuat.
“Faktor–faktor tersebut diyakini akan memungkinkan perseroan untuk terus mencatat pertumbuhan laba secara berkelanjutan,” mengutip riset yang sama.
Berdasarkan konsensus yang dihimpun Bloomberg per siang hari ini, Selasa, mayoritas atau sebanyak 27 analis merekomendasikan beli saham AMRT. Hanya dua analis merekomendasikan hold, dengan tidak ada yang memberi rekomendasi sell.
Secara kumulatif, target harga saham AMRT dalam 12 bulan ke depan adalah Rp2.277/saham. Artinya, pasar memandang AMRT punya potensi keuntungan mencapai 80% point–to–point.
(fad)



























