Logo Bloomberg Technoz

Lelang sebelumnya mencatat permintaan investor terkonsentrasi pada tenor menengah. FR0109 tenor 5 tahun menjadi incaran dengan incoming bids mencapai hampir Rp15 triliun dan bid-to-cover ratio 4,47 kali. 

Tekanan pada lelang SUN terjadi lantaran rupiah kala itu bergerak melemah, dan sempat menyentuh posisi terlemah di Rp17.525/US$ pada 12 Mei pukul 14:00 WIB. Selain itu, harga minyak masih melambung yang berpotensi mengerek laju inflasi membuat imbal hasil obligasi AS, US Treasury, terkerek naik dan menyebabkan terjadinya arus keluar dana asing. 

Di sisi lain, pemerintah juga tengah menghadapi tekanan fiskal. Kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap besar dan membuat lelang sepertinya harus terus dijaga secara agresif. Sayangnya, semakin besar pasokan SUN di tengah permintaan pasar yang makin selektif, membuat risiko kenaikan imbal hasil makin tinggi. 

Catatan saja, rupiah di pasar luar negeri hari ini tergerus dan bertahan di posisi Rp17.769/US$ pada 08:34 WIB. Kemarin, di pasar spot rupiah ditutup di level terlemah sepanjang masa yakni Rp17.743/US$. Sehingga, lelang hari ini berpotensi diganjar mahal oleh pelaku pasar. 

Di tengah sentimen investor asing yang memburuk terhadap kondisi fiskal, lelang hari ini kemungkinan masih akan ditopang oleh perbankan domestik dan investor institusi lokal, terutama pada SUN tenor pendek dan menengah seperti FR0109. Namun, untuk tenor panjang seperti FR0102 (tenor 28 tahun) dan FR0105 (tenor 38 tahun), pemerintah sepertinya harus memberi kompensasi imbal hasil tambahan agar pasar bersedia menyerap pasokan. 

Berikut data lelang yang diolah dari laman DJPPR:

  • SPN12260702 (Reopening)
    • Jatuh tempo: 2 Juli 2026
    • Tenor: sekitar 1 bulan
    • Jenis: SPN (diskonto)
  • SPN03260831 (New Issuance)
    • Jatuh tempo: 31 Agustus 2026
    • Tenor: sekitar 3 bulan
    • Jenis: SPN (diskonto)
  • SPN12270517 (Reopening)
    • Jatuh tempo: 17 Mei 2027
    • Tenor: sekitar 1 tahun
    • Jenis: SPN (diskonto)
    • Imbal hasil acuan lelang 12 Mei: 6,15%
  • FR0109 (Reopening)
    • Jatuh tempo: 15 Maret 2031
    • Tenor: sekitar 5 tahun
    • Kupon: 5,875%
    • Yield pada lelang 12 Mei: 6,67%
  • FR0108 (Reopening)
    • Jatuh tempo: 15 April 2036
    • Tenor: sekitar 10 tahun
    • Kupon: 6,500%
    • Yield di lelang 12 Mei: 6,72%
  • FR0106 (Reopening)
    • Jatuh tempo: 15 Agustus 2040
    • Tenor: sekitar 14 tahun
    • Kupon: 7,125%
    • Imbal hasil lelang 12 Mei: 6,83%
  • FR0107 (Reopening)
    • Jatuh tempo: 15 Agustus 2045
    • Tenor: sekitar 19 tahun
    • Kupon: 7,125%
    • Yield lelang 12 Mei: 6,82%
  • FR0102 (Reopening)
    • Jatuh tempo: 15 Juli 2054
    • Tenor: sekitar 28 tahun
    • Kupon: 6,875%
    • Yield lelang 12 Mei: 6,91%
  • FR0105 (Reopening)
    • Jatuh tempo: 15 Juli 2064
    • Tenor: sekitar 38 tahun
    • Kupon: 6,875%
    • Yield lelang 12 Mei: 6,92%

(dsp/aji)

No more pages