Logo Bloomberg Technoz

Direksi BEI Akui Banyak Calon Emiten Tunda IPO

Cahya Puteri Abdi Rabbi
09 July 2026 19:00

Suasana gedung Bursa Efek Indonesia. dok: Dimas Ardian/Bloomberg
Suasana gedung Bursa Efek Indonesia. dok: Dimas Ardian/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakui banyak perusahaan yang telah mempersiapkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) memilih menunda aksi korporasi tersebut karena mempertimbangkan kondisi pasar. Padahal, proses menuju IPO membutuhkan waktu persiapan yang panjang, bahkan bisa mencapai satu hingga dua tahun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin mengatakan, kondisi pasar menjadi salah satu faktor yang membuat sejumlah perusahaan memilih menunggu momentum yang dinilai lebih tepat untuk melantai di bursa.

"Yang menarik adalah banyak sekali saya ketemu perusahaan-perusahaan ketika pengen IPO, tapi melihat kondisi market. Sementara IPO itu kan persiapannya satu sampai dua tahun sebelum hari H, sehingga banyak sekali ketika kondisinya tidak sesuai dengan bayangan mereka, mereka nunda, yang akhirnya batal," kata Saidu di Gedung BEI Jakarta pada Kamis (9/7/2026).


Menurut dia, perusahaan seharusnya memandang IPO sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengembangkan usaha, bukan semata-mata bergantung pada kondisi pasar saat penawaran saham dilakukan.

"Harusnya memandang IPO sebagai gerbang awal untuk mereka bertransformasi menjadi perusahaan besar. Tinggal kalau market-nya bagus ya tinggal berstrategi. Tapi jangan lantas ditunda, karena cost-nya sudah keluar," katanya.