Logo Bloomberg Technoz

Daly The Fed Sebut Inflasi AS Mulai Mereda tapi Masih Ada Risiko

News
03 July 2026 08:30

Gubernur Federal Reserve (The Fed) Bank of San Francisco, Mary Daly. (Bloomberg)
Gubernur Federal Reserve (The Fed) Bank of San Francisco, Mary Daly. (Bloomberg)

Catarina Saraiva - Bloomberg News

Bloomberg, Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) wilayah San Francisco, Mary Daly, menyatakan bahwa tingkat inflasi seharusnya mulai melambat. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa masih ada ketidakpastian besar yang membayangi prospek perekonomian ke depan.

"Kami terus mempertahankan kebijakan moneter pada posisi yang sedikit restriktif, sehingga inflasi seharusnya bisa turun," ujar Daly pada hari Kamis (2/7) dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Bank Sentral Spanyol di Santander, Spanyol.


Daly memaparkan bahwa lonjakan inflasi sebelumnya dipicu oleh pemberlakuan tarif dagang serta meroketnya harga minyak mentah pada musim semi tahun ini, tepatnya setelah AS meluncurkan serangan militer ke Iran. Ia mengapresiasi mulai meredanya lonjakan harga minyak setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran, yang menurutnya memberikan "harapan akan adanya pelonggaran beban ekonomi." Namun, ia mewanti-wanti bahwa arah perkembangan ekonomi ke depan masih sulit diprediksi. Daly pun menjabarkan berbagai skenario yang mungkin membutuhkan respons berbeda dari The Fed, seraya menegaskan bahwa bank sentral AS tersebut kemungkinan perlu bertindak lebih agresif jika inflasi terus membandel.

Para pejabat The Fed sendiri memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan dalam pertemuan mereka bulan lalu. Meski demikian, mereka merilis proyeksi yang menunjukkan kekhawatiran yang kian meningkat, di mana bank sentral mungkin harus kembali menaikkan suku bunga demi meredam tekanan kenaikan harga. Sembilan dari 18 pembuat kebijakan memprediksi bahwa setidaknya diperlukan satu kali kenaikan suku bunga lagi pada tahun ini.