AS Lanjutkan Sanksi, Lobi RI Buat Beli Minyak Rusia Kembali Diuji
Sabrina Mulia Rhamadanty
19 May 2026 12:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Indonesia dinilai perlu memperkuat diplomasi dan negosiasi agar tidak terkena efek samping dari berakhirnya relaksasi sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap produk migas Rusia.
Founder and Advisor Referminor Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan negosiasi dan diplomasi tetap menjadi kunci jika Indonesia tetap berkomitmen mengimpor minyak Rusia, kendati dia meyakini pemerintah pasti sudah menghitung dan mengantisipasi efek samping dari penghentian relaksasi AS.
“Semua tentang diplomasi dan negosiasi. Buktinya, China pun sekarang akan beli minyak dari AS, padahal mereka sebenarnya juga bersaing untuk menjadi negara terkuat di dunia dalam berbagai hal,” kata Pri Agung saat dihubungi, Selasa (19/5/2026).
Di level diplomasi tingkat tinggi, lanjutnya, keanggotaan di BRICS dapat dioptimalkan untuk menghindarkan Indonesia dari efek samping sanksi AS terhadap Rusia. Di samping itu, Indonesia juga mesti tetap memegang komitmen dagang senilai US$15 miliar dengan AS di sektor energi.
“AS juga pada dasarnya tahu bahwa pasar energi sekarang masih tidak normal karena masih terganggunya suplai pasokan di selat Hormuz,” jelasnya.




























