Unit bisnis Fintech bahkan sudah memiliki track record pertumbuhan bagus dan sudah untung secara operasional.
“Untuk ODS pun strategi penyesuaian GOTO yang fokus pada keseimbangan antara pendapatan mitra dan stabilitas order volume tetap bisa dijalankan. Sementara di sisi fintech, aplikasi GoPay tetap menjadi mesin akuisisi pengguna yang efektif” jelas Christian.
Unit usaha Fintech GOTO memang mencatatkan pertumbuhan yang signifikan di sepanjang kuartal I 2026.
Pengguna Bertransaksi Bulanan (MTU) Fintech meningkat sebesar 33% menjadi 27,5 juta, mendorong lebih dari dua miliar transaksi pada kuartal I 2026 atau naik 84%.
Pendapatan bersih tumbuh 58% menjadi Rp1,9 triliun, sedangkan EBITDA yang disesuaikan Fintech tumbuh 674% mencapai rekor Rp364 miliar.
GOTO juga melaporkan aplikasi GoPay terus mendorong pertumbuhan nilai buku pinjaman yang mencapai Rp9,9 triliun atau meningkat 59% dari tahun sebelumnya.
“Kalau dilihat meski ada kebijakan komisi dengan skema 92% untuk mitra driver dan 8% ke perusahaan, GOTO tetap bisa membangun ekosistem yang balance dan resilien dengan dua mesin utama ODS dan Fintech” jelas Christian.
Menurutnya dengan ekosistem yang saling melengkapi dan ditopang dengan strategi efisiensi operasional yang kuat, profitabilitas GOTO diharapkan tetap terjaga dan solid.
(red)






























