Logo Bloomberg Technoz

Namun di sisi lain, ada pula berita bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memberi instruksi bahwa uranium yang sudah diolah mendekati level persenjataan tidak boleh dikirim ke luar negeri. Kemudian Presiden AS Donald Trump disebut menolak upaya dari Iran dan Oman untuk membuat semacam jalur permanen yang melewati Selat Hormuz.

Berita-berita yang saling bertolak belakang ini memberi sinyal bahwa kedua pihak sebenarnya masih jauh dari kata sepakat. Bagi investor, artinya risiko kenaikan harga energi masih tinggi karena situasi di Timur Tengah belum bisa membaik dalam waktu dekat.

Artinya, sepertinya bakal sulit bagi bank sentral di berbagai negara untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan. Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), sehingga kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas hari ini? Berapa saja target yang perlu diwaspadai?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih terjebak di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 41. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 27. Menghuni area jual (short) yang kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya masih berpeluang naik. Apalagi pivot point US$ 4.533/troy ons sudah terlampaui.

Target resisten terdekat menjadi US$ 4.579/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 10. Jika tertembus, target berikutnya ada di US$ 4.604/troy ons.

Target paling optimis atau resisten terjauh adalah US$ 4.660/troy ons.

Namun kalau harga emas malah turun, maka US$ 4.528/troy ons sepertinya akan menjadi target support terdekat. Penembusan di titik ini berisiko melongsorkan harga ke rentang US$ 4.501-4.494/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 4.409/troy ons.

(aji)

No more pages