Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Ditutup Melemah 3,54%

Muhammad Julian Fadli
21 May 2026 18:05

Karyawan melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (21/5/2026), ditutup di zona merah usai kehilangan 3,54% di posisi 6.094. Amblasnya saham–saham berbobot besar jadi sebab, terutama saham ASII dan BRMS, hingga diperberat lagi oleh saham BYAN.

Sepanjang perdagangan IHSG terpeleset di zona merah dengan pelemahan yang bertambah dalam. Adapun rentang perdagangan terjadi pada area level 6.378 sampai dengan terendah 6.080.

IHSG Penutupan Sesi II pada Kamis 21 Mei 2026 (Bloomberg)

Adapun pelemahan IHSG turut disebabkan dari kebijakan baru Menteri ESDM yang memerintahkan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas untuk segera menyerahkan hak partisipasi sebesar 10% kepada Pemerintah Daerah, mengutip Phintraco Sekuritas, Kamis. 


Selain itu respon negatif dari kebijakan pemerintah mengenai ekspor CPO dan batu bara dilangsungkan melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia serta kenaikan BI Rate, telah mendorong pelemahan pada beberapa saham perbankan dan pertambangan. 

Rupiah yang ditutup melemah 0,28% di level Rp17.654/US$, berdasarkan data Bloomberg di pasar spot, juga menambah sentimen negatif.