Logo Bloomberg Technoz

Ia menambahkan, stabilitas mungkin bisa tercapai apabila harga minyak dan imbal hasil US Treasury berhenti naik. Namun pemulihan yang lebih berkelanjutan mungkin membutuhkan penurunan yield tenor panjang AS, meredanya ketegangan antara dua negara bertikai itu, serta berkurangnya tekanan arus keluar modal asing dari pasar saham kawasan. 

Kenaikan BI Rate ke 5,25% memang jadi langkah agresif dalam memprioritaskan stabilitas pasar dan menjaga nilai tukar serta meredam arus keluar modal asing. Namun efektivitasnya masih sangat bergantung pada kondisi eksternal, terutama dari harga minyak mentah. 

Belum lagi dari sisi internal masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan terkait kondisi defisit fiskal yang masih menjadi perhatian banyak pelaku pasar.

Kemarin, Presiden Prabowo Subianto bahkan menyoroti terkait rasio penerimaan negara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia yang paling rendah di antara negara-negara tetangga. Rasio pendapatan negara terhadap PDB di Meksiko adalah 25% dan India 20%.

Sedangkan di level Asia Tenggara, Filipina 21% dan Kamboja saja 15%. Adapun Indonesia hanya tercatat sebesar 11-12% dari PDB.

Sorotan ini akan ditangkap oleh pelaku pasar sebagai sinyal kondisi fiskal domestik yang masih rapuh di tengah tekanan global yang semakin besar. Rendahnya rasio penerimaan negara terhadap PDB dapat menunjukkan kepada investor bahwa ruang fiskal Indonesia relatif terbatas untuk menghadapi gejolak eksternal.

Apalagi, ketika pemerintah membutuhkan belanja yang lebih besar untuk menjaga daya beli, subsidi energi, hingga melakukan upaya stabilitas ekonomi. 

(dsp/aji)

No more pages