Pada perdagangan kemarin, pergerakan indeks terlihat fluktuatif seiring respons pelaku pasar terhadap sejumlah sentimen domestik. Dari sisi kebijakan, pasar mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027.
Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah rencana pemerintah untuk mewajibkan ekspor komoditas sumber daya alam melalui BUMN yang ditunjuk sebagai pengekspor tunggal.
Selain itu, instruksi kepada bank-bank Himbara untuk menurunkan suku bunga kredit bagi masyarakat kecil turut menjadi faktor yang diperhitungkan pelaku pasar, terutama terkait implikasinya terhadap sektor perbankan.
Sentimen lain datang dari keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026, lebih tinggi dari ekspektasi pasar di level 5%.
Kebijakan tersebut mendorong penguatan nilai tukar rupiah sebesar 0,29% ke posisi Rp17.654 per US$.
(dhf)



























