“Jadi saya keluarkan sedikit untuk subsidi, supaya keadaan tenang saya bisa membangun yang terjadi selama ini. Jadi saat ini sudah cukup baik kan. Buktinya apa? Di tengah gonjang-gonjang ekonomi dunia, kita masih bisa tumbuh 5,6%,” kata Purbaya.
Sementara itu, realisasi pertumbuhan ekonomi berada di level 5,61% di kuartal I-2026. Angka tersebut lebih tinggi ketimbang asumsi dasar makro 2026 di level 5,4%.
“Realisasi asumsi dasar ekonomi makro di awal tahun 2026 mencerminkan fondasi ekonomi yang solid dengan arah pertumbuhan yang optimis. Pertumbuhan ekonomi saya sudah bilang tadi, 5,61. Disini lain, inflasi tetap dikelola dengan baik, tetap terjaga,” kata Purbaya.
Sementara untuk inflasi, pemerintah mencatat realisasi sebesar 2,42% pada kuartal I-2026, lebih rendah ketimbang asumsi makro pada level 2,5%.
Sementara yield SBN 10 tahun tercatat sebesar 6,67% untuk periode eop dan 6,47% selama ytd. Asumsi dasar makro untuk imbal hasil SBN sendiri adalah sebesar 6,9%.
(ell)































