Logo Bloomberg Technoz

ICP Tembus US$117, Bahlil Kukuh Harga BBM Subsidi Tetap Tak Naik

Sabrina Mulia Rhamadanty
20 May 2026 09:20

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengecek laporan akibat isi Pertalite di SPBU Pertamina, Malang, Jawa Timur, Rabu (29/10/2025). (Dok. Kementerian ESDM).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengecek laporan akibat isi Pertalite di SPBU Pertamina, Malang, Jawa Timur, Rabu (29/10/2025). (Dok. Kementerian ESDM).

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut naiknya Indonesian Crude Price (ICP) periode April 2026 ke level US$117,31/barel tidak akan memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi; Solar dan Pertalite.

ICP pada April mengalami kenaikan US$15,05/barel dari bulan sebelumnya yang senilai US$102,26/barel, di tengah tensi geopolitik di Timur Tengah serta pelemahan nilai tukar rupiah.

“Saya mendapat arahan dari Bapak Presiden Prabowo telah merumuskan untuk ICP sampai dengan US$100/barel rata-rata ya,” kata Bahlil kepada awak media di kantor Kementerian ESDM, Selasa (19/5/2026).

Jadi belum sampai US$100 lah [rata-rata ICP sepanjang tahun berjalan], dan belum ada kenaikan. [Harga BBM bersubsidi] tidak akan naik insyaallah ya, doa ini ya. Tidak akan kita naikkan subsidi BBM.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

Dengan kata lain, pergerakan rata-rata ICP sepanjang tahun ini masih bisa ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, kendati asumsi harga minyak mentah Indonesia dalam APBN 2026 dipagu di level US$70/barel.

“Kalau sampai sekarang, [harga minyak dunia] kan naik US$117, turun US$90, ada yang US$80 lebih, ada yang US$100. Akan tetapi, rata-rata ICP kita sekarang itu kan kurang lebih sekitar US$80—US$81 terhitung dari Januari sampai sekarang [Mei],” tambah Bahlil.