Menurut Perry, pertumbuhan ekonomi meningkat dari 5,39% (yoy) pada triwulan IV 2025 menjadi 5,61% (yoy) pada triwulan I 2026, ditopang oleh permintaan domestik.
“Konsumsi rumah tangga meningkat didorong kenaikan mobilitas masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan dampak positif berbagai stimulus Pemerintah,” kata Perry.
Sementara itu, Perry juga menyebut bahwa konsumsi pemerintah juga mencatatkan pertumbuhan yang tinggi didorong belanja program prioritas Pemerintah, terutama Makan Bergizi Gratis (MBG), serta peningkatan belanja pegawai melalui gaji ke-14 atau Tunjangan Hari Raya (THR).
Sementara investasi, khususnya investasi bangunan meningkat dipengaruhi oleh Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Meski demikian, ekspor turun dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi global yang melambat.
(ell)





























