“Kami bekerja sama erat dengan pemerintah. Jelas, kami mendukung ambisi mereka dan insyaallah tentu saja kami akan berusaha mendukung mereka untuk mencapai target tersebut,” kata dia.
Faktor Risiko
Chief Executive Officer of Mubadala Energy Mansoor Mohamed Al Hamed mengungkapkan terdapat beberapa faktor yang mengurangi risiko perseroan dalam berinvestasi di Indonesia, termasuk terdapat keyakinan terhadap potensi migas di Indonesia.
“Untuk Indonesia di sini, saya rasa ada beberapa faktor utama yang membantu mengurangi risiko [....]. Saya rasa sangatlah penting bagi kami untuk memiliki keyakinan yang kuat terhadap peluang yang telah diidentifikasi dan kami telah mengejar,” kata Hamed dalam IPA Convex 2026, Rabu (20/5/2026).
Selain itu, Hamed memandang kemitraan yang dilakukan Indonesia cukup memberikan dukungan terhadap operasional, termasuk dalam aspek berbagai manajemen risiko.
“Kami telah mendapatkan dukungan, kepercayaan, berbagi pengalaman, dan manajemen risiko bersama, bahkan di masa-masa yang tidak menentu,” tegas dia.
Mubadala Energy belum lama ini ditetapkan sebagai pemenang tender di WK Southwest Andaman. Perseroan menargetkan produksi gas perdana dari WK tersebut dapat diproduksi sebelum akhir 2028.
Perusahaan yang bermarkas di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) itu tercatat memegang 100% hak partisipasi atau participating interest (PI) WK migas tersebut, sekaligus bakal menjadi operator di Southwest Andaman.
Pada kesempatan terpisah sebelumnya, Hamed sebelumnya mengungkapkan perolehan tersebut merupakan hasil perjalanan teknis dan komersial sejak peluang mengelola WK tersebut pertama kali diidentifikasi pada 2022.
Dia menambahkan bahwa joint study agreement (JSA) disepakati pada 2023 dan diselesaikan pada November 2024, diikuti dengan pengajuan penawaran pada November 2025.
“Perolehan Wilayah Kerja Southwest Andaman ini menjadi bukti keyakinan teknis tim kami, keahlian eksplorasi laut dalam, serta semangat pertumbuhan perusahaan. Kami memiliki pemahaman mendalam terhadap cekungan Andaman, dan perolehan ini memperkuat rangkaian temuan strategis multi-TCF kami di Layaran, Tangkulo, dan Timpan,” kata Hamed dalam keterangan tertulis, medio Maret.
Adapun, portofolio Mubadala Energy di Andaman mencakup lima WK yakni; South Andaman, Central Andaman, Andaman I, Andaman II, dan Southwest Andaman.
Sebelumnya, Mubadala Energy berhasil mengidentifikasi potensi lebih dari 2 triliun kaki kubik (TCF) gas in place di Tangkulo-1, yang menjadi bagian wilayah kerja (WK) South Andaman.
Penemuan ini sekaligus menjadi keberhasilan eksplorasi ke-2 setelah Sumur Layaran-1 yang diidentifikasi perusahaan migas asal UEA tersebut pada Desember 2023 lalu, dengan potensi gas in-place 6 TCF.
Sumur eksplorasi Tangkulo-1 dibor hingga kedalaman 3.400 meter pada kedalaman air 1.200 meter, beberapa bulan setelah penemuan besar di sumur Layaran-1.
Pengeboran ini berhasil menemukan kolom gas setebal 80 meter pada reservoir batu pasir Oligosen berkualitas baik.
Dengan memanfaatkan desain baru untuk Drill Stem Test (DST), sumur ini berhasil mengalirkan gas berkualitas tinggi sebesar 47 juta kaki kubik per hari (mmscf/d) dan 1.300 barel kondensat.
Meskipun pengujian dibatasi oleh fasilitas yang tersedia, kapasitas sumur ini diperkirakan mencapai 80—100 mmscf/d dan lebih dari 2.000 barel kondensat.
(azr/wdh)





























