Logo Bloomberg Technoz

Logam-logam sempat menguat pada awal Mei, di mana tembaga mencapai penutupan tertinggi dan bijih besi mencatat level tertinggi sejak 2024. Namun, hal itu berubah menjadi kehati-hatian karena krisis Iran terus berlanjut.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa mengancam Republik Islam Iran dengan “serangan besar” jika tidak menyetujui kesepakatan damai, meskipun ia sebelumnya mundur setelah melontarkan peringatan serupa.

Data ekonomi China yang beragam juga telah mengaburkan prospek. Angka-angka yang dirilis awal pekan ini menunjukkan perlambatan yang signifikan dalam konsumsi domestik, di mana ekspor tidak lagi cukup untuk meredakan tekanan domestik. Investasi aset tetap kembali mengalami kontraksi secara tak terduga.

“Pertumbuhan global sebagian besar didorong oleh belanja modal pada kecerdasan buatan dan teknologi lain, sementara industri tradisional tetap lemah,” kata Wei dari China Industrial.

Harga tembaga turun 1,3% menjadi US$13.411 pada pukul 06.55 waktu London, sementara logam dasar lainnya turun di London Metal Exchange. Bijih besi di Bursa Singapura turun 0,87% menjadi US$106,85 per ton.

(bbn)

No more pages