Logo Bloomberg Technoz

Tenggat Mepet, Batu Bara Bakal Kesulitan Terapkan Ekspor 1 Pintu

Sabrina Mulia Rhamadanty
20 May 2026 14:20

Indonesia is the world’s largest supplier of thermal, or power-station, coal, accounting for almost 40% of the seaborne market last year./Bloomberg
Indonesia is the world’s largest supplier of thermal, or power-station, coal, accounting for almost 40% of the seaborne market last year./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta –  Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Gita Mahyarani mengungkap bahwa skema ekspor baru, khususnya untuk batu bara, yang akan dilakukan melalui badan khusus yang mengelola ekspor sumber daya alam (SDA) akan sulit diterapkan.

“Kami melihat timeline-nya yang cukup dekat, maka ini akan tidak mudah diterapkan,” ujar Gita saat dimintai konfirmasi, Rabu (20/5/2026).

Gita bahkan mengakui bahwa APBI, khususnya, belum pernah dijelaskan secara detail terkait dengan teknis dan prosedur dari skema ekspor melalui badan baru yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut.


“Tentunya ini adalah sesuatu yang cukup baru dan akan mengubah seluruh tatanan sistem yang ada dan sudah berjalan saat ini. Kami pun belum pernah dijelaskan secara detail dan baru melihat alur ini dalam pidato tadi,” jelasnya.

Menurutnya, selama ini kegiatan ekspor batu bara di dalam negeri melibatkan banyak pihak; mulai dari produsen, pembeli luar negeri, trader, perbankan, surveyor, pengapalan, pelabuhan, hingga otoritas terkait.