Logo Bloomberg Technoz

Defisit Stok, Tembaga Berpotensi Tembus US$15.000/Ton Tahun Ini

Azura Yumna Ramadani Purnama
19 May 2026 10:50

Batangan tembaga seberat satu kilogram di pasar logam grosir di Mumbai, India./Bloomberg-Dhiraj Singh
Batangan tembaga seberat satu kilogram di pasar logam grosir di Mumbai, India./Bloomberg-Dhiraj Singh

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas memprediksi terdapat peluang harga logam tembaga dapat menembus rekor baru di level US$15.000/ton pada 2026, setelah sempat mencatatkan rekor harga tertinggi sepanjang masa di level US$14.527/ton pada Januari akibat ketatnya pasokan.

Analis komoditas dan founder Traderindo Wahyu Laksono berpendapat, secara teknikal, harga tembaga sedang memasuki masa koreksi usai mencapai puncaknya di atas US$14.000/ton.

Saat ini, kata dia, harga tembaga tertahan di area support baru di kisaran US$12.500/ton hingga US$13.00/ton. Dia juga mencermati formasi candlestick dalam beberapa bulan terakhir yang adanya penolakan harga di level bawah.

Pergerakan harga tembaga LME./dok. Bloomberg

Kondisi tersebut, kata Wahyu, mengindikasikan para pelaku pasar memanfaatkan koreksi harga untuk melakukan aksi akumulasi atau pembelian kembali.

Wahyu menilai jika harga tembaga mampu bertahan dan ditutup konsisten di atas level psikologis US$13.500/ton, jalur menuju rekor tertinggi baru di atas US$14.500/ton akan terbuka.