Logo Bloomberg Technoz

Manajemen mengestimasikan jika nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing menguat atau melemah sebanyak 10% dengan semua variabel konstan, laba sebelum beban pajak penghasilan untuk periode 31 Maret 2026 akan lebih tinggi atau rendah sebesar Rp3,27 triliun.

Adapun, INDF menggunakan asumsi kurs Rp16.993 per dolar AS sepanjang kuartal I-2026. Belakangan, rupiah melemah ke posisi Rp17.610 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar AS.

Sebelumnya, INDF membukukan laba bersih sebesar Rp2,96 triliun pada kuartal I-2026, naik 9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hanya saja, terdapat penurunan gross profit margin INDF pada kuartal I-2026 seiring dengan kenaikan beban pokok penjualan.

Gross profit margin INDF pada kuartal I-2026 di level 32,9%, susut 1,6% dari posisi margin tahun sebelumnya sebesar 34,5%. Meski demikian, margin laba usaha Indofood masih terjaga pada level 19,3%.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim menyampaikan kinerja perseroan tetap solid meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan global.

“Di tengah meningkatnya konflik geopolitik, Indofood tetap dapat mempertahankan kinerjanya di kuartal pertama tahun ini,” kata Anthoni Salim dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (18/5/2026).

Di sisi lain, INDF mencatatkan liabilitas dalam mata uang asing setara dengan Rp56,61 triliun, dengan posisi total aset dalam mata uang asing setara Rp23,87 triliun.

Sementara itu, ICBP belakangan mencatat penurunan laba bersih ke level Rp2,57 triliun pada kuartal I-2026, susut 3% secara tahunan.

Penjualan neto konsolidasi ICBP naik 8% menjadi Rp21,72 triliun, dibandingkan Rp20,19 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski pendapatan tumbuh, laba usaha ICBP tercatat turun 10% menjadi Rp4,62 triliun dari Rp5,15 triliun pada kuartal I-2025.

Adapun, gross profit margin ICBP susut sekitar 1,3% pada kuartal I-2026. Gross profit margin ICBP susut ke level 34,8% pada kuartal I-2026, turun dari posisi sebelumnya 36,1%.

Di sisi lain, ICBP turut mencatatkan total liabilitas dalam mata uang asing yang relatif besar dibandingkan dengan posisi aset tercatat.

Adapun, total liabilitas dalam mata uang asing mencapai setara dengan Rp48,22 triliun. Sementara itu, total aset dalam mata uang asing setara dengan Rp17,85 triliun.

(naw)

No more pages