Rupiah Lemah, Beban APBN Rawan Bengkak Rp150 T Buat Subsidi BBM
Sabrina Mulia Rhamadanty
18 May 2026 15:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara menyebut subsidi energi khusus untuk bahan bakar minyak (BBM) berisiko meningkat hingga Rp150 triliun karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Untuk diketahui, kurs tukar rupiah terhadap greenback hari ini atau per 18 Mei 2026 menyentuh Rp17.660/US$.
“Penambahan bebannya ke APBN kalau kisaran Rp17.600/US$ dan kalau minyak sudah di atas US$100/barel, [maka kenaikan beban subsidi BBM bisa mencapai] hingga Rp150 triliun,” ungkap Bhima saat dihubungi, Senin (18/5/2026).
Bhima menambahkan Pemerintah Indonesia terlalu percaya diri untuk mengemukakan janji tidak menaikkan harga BBM bersubsidi—Pertalite dan Solar — hingga akhir tahun ini.
“Dengan harga yang berkaitan dengan rupiah yang saat melemah terus. Saya pikir pemerintah tidak punya banyak opsi penolong. Mulai dari transisi energi hingga subsidi transportasi publik, tidak ada yang dijalankan secara serius,” jelasnya.

























