Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Kandas, ESDM Klaim Tak Pengaruhi Rencana RI Impor Migas AS

Azura Yumna Ramadani Purnama
18 May 2026 15:00

Sebuah kapal milik Halliburton Co. berlabuh di Port Fourchon, Louisiana, AS./Bloomberg-Luke Sharrett
Sebuah kapal milik Halliburton Co. berlabuh di Port Fourchon, Louisiana, AS./Bloomberg-Luke Sharrett

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak akan memengaruhi rencana impor komoditas minyak dan gas (migas) dari AS senilai US$15 miliar atau sekitar Rp253,4 triliun.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyatakan kesepakatan yang diteken kedua negara telah memuat mekanisme jual–beli yang mengikat.

Namun, dia tak menjelaskan apakah nota kesepahaman yang diteken sudah memuat volume pembelian atau belum.


“Kan sudah ada mekanismenya. Mekanisme itu yang kita jalankan,” kata Laode kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Senin (18/5/2026).

Ihwal potensi dampak depresiasi nilai tukar rupiah terhadap lonjakan subsidi energi, Laode enggan menanggapi. “Kayaknya itu saya belum bisa jawab ya,” ujar dia.

Rupiah memimpin pelemahan mata uang kawasan hari ini (Bloomberg).