Mega Capital Sekuritas menyebut dalam laporannya, tekanan jual yang terjadi di pasar Surat Utang Negara (SUN) dan potensi pergerakan rupiah di rentang Rp17.450-17.650/US$ pada pekan ini, dapat menjadi sinyal bagi Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin (bps) pada pengumuman Rabu (20/5/2025).
"Kami berpendapat kenaikan BI Rate dibutuhkan untuk mengurangi distorsi suku bunga pada sektor perbankan. Sayangnya, kebutuhan ini terbentur oleh populisme politik demi mengejar target pertumbuhan ekonomi yang distimulasi melalui salah satunya laju pertumbuhan kredit perbankan dua digit," sebut laporan yang disusun oleh Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist, dan Nanda Puput Rahmawati Research Analyst Mega Capital Sekuritas.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana arah rupiah di pasar spot hari ini?
Secara teknikal, rupiah masih berisiko kembali melemah pada perdagangan hari ini. Target pelemahan menuju Rp17.500/US$ sampai dengan Rp17.550/US$. Level selanjutnya pelemahan berharap tertahan di Rp17.600/US$ dengan tertembusnya support kuat dari posisi sebelumnya.
Adapun dalam tren jangka menengah, atau dalam sepekan perdagangan, rupiah mengonfirmasi trend bearish. Apabila tertembus trendline channel kuatnya lagi, maka berpotensi membentuk all time low di Rp17.700/US$.
Namun apabila rupiah memberikan tanda-tanda menguat, maka resistance terdekat dapat menuju Rp17.450/US$. Sementara rentang gerak rupiah dalam resistance di antara Rp17.400-17.300/US$.
(riset/aji)




























