Harry menyatakan perseroan mampu untuk memasok emas lebih besar ke Antam, jika nantinya diperlukan.
“Kami dapat memasok Antam setidaknya 30 ton per tahun, dan kami juga bisa memasok lebih banyak jika diperlukan,” ungkap dia.
Lebih lanjut, Harry turut menyatakan perseroan juga memproduksi platinum sekitar 0,03 ton per tahun, palladium 0,375 ton per tahun, selenium 285 ton per tahun, bismuth 220 ton per tahun, dan lead, 2.200 ton per tahun.
“Kami juga memproduksi komoditas yang menarik seperti platinum, palladium, dan selenium, meskipun volumenya sangat kecil. Walaupun volumenya kecil, harga komoditas tersebut cukup mahal dan tinggi,” tegas dia.
Di sisi lain, Harry mengungkapkan smelter perseroan juga mampu menghasilkan katoda tembaga hingga 800.000 ton per tahun. Lalu, lumpur anoda atau anode slime dapat diproduksi hingga 6.000 ton per tahun.
Smelter perseroan juga menghasilkan produk sampingan berupa asam sulfat sekitar 2,5 juta ton per tahun, besi silikat sebesar 2,3 juta ton per tahun, dan gipsum sekitar 250.000 ton per tahun.
“Untuk produk sampingan, tidak ada limbah dalam proses pemurnian PTFI. Asam sulfat digunakan untuk mendukung ketahanan pangan dengan memasok asam sulfat ke perusahaan pupuk untuk memproduksi pupuk. Kemudian iron silicate juga mendukung industri semen di Indonesia, begitu pula gypsum,” tutur dia.
Untuk diketahui, smelter pertama milik Freeport yakni PT Smelting yang dibangun pada 1996 bersama konsorsium Jepang dan dioperasikan oleh Mitsubishi. PT Smelting terletak di Gresik, Jawa Timur dan menjadi smelter tembaga pertama di Tanah Air.
PT Smelting disebut mampu mengolah 1.00.000 ton konsentrat tembaga menjadi 300.000 ton katoda tembaga setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan produksi di dalam maupun luar negeri.
Selanjutnya, Freeport memiliki smelter katoda tembaga di kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur. Pembangunan dimulai pada Oktober 2021, tetapi tertunda akibat pandemi Covid-19 sebelum akhirnya diresmikan pada Kamis (27/6/2024).
Smelter kedua PTFI ini merupakan smelter katoda tembaga dengan desain single line terbesar di dunia dan dirancang untuk mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi hingga 1,7 juta ton setelah beroperasi penuh.
Fasilitas ini dilengkapi unit refinery, unit pemurnian logam mulia, unit oksigen, unit asam sulfat, dan unit desalinasi serta unit effluent and wastewater treatment plant untuk mendukung pemanfaatan maksimal bahan baku, produk samping maupun limbah agar dapat mencapai high efficiency smelting and refining process.
Adapun, harga emas dunia di pasar spot pada hari ini tercatat sebesar US$4.725/troy ons atau naik 0,83% dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya.
Sementara perak, hari ini diperdagangkan di pasar spot sebesar US$87,89/troy ons atau naik 2,69% dari harga hari sebelumnya.
(azr/wdh)





























