“Jadi ada satu dokter organik, satu dokter internsip. Dan dokter magang ini diminta untuk melaksanakan tugas-tugas sebagai dokter,” katanya.
Selain dugaan kelebihan jam kerja, Kemenkes juga menemukan indikasi pengaturan data jadwal kerja. Rudi mengungkapkan pihaknya memperoleh percakapan yang diduga berisi instruksi untuk mengedit jadwal agar terlihat sesuai aturan.
“Nah kita temukan adanya pengaturan untuk manipulasi jadwal,” ujar Rudi.
Dalam percakapan yang dipaparkan, terdapat arahan dari dokter pendamping untuk mengubah jadwal menjadi tiga shift di instalasi gawat darurat. “Kalau bisa jadwal diedit buat yang tiga shift di IGD ya,” demikian isi percakapan yang diungkap Kemenkes.
Kemenkes menilai arahan tersebut mengindikasikan upaya menggambarkan jadwal kerja seolah telah sesuai ketentuan. Dokumen yang disebut telah diedit itu juga dikabarkan ditandatangani peserta internsip, termasuk almarhumah dr Myta.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah akan mengevaluasi sistem pengawasan dan pendampingan dokter internsip. Menurut dia, pemberian sanksi harus melalui audit medis dan pemeriksaan etik profesi.
“Kalau kita ingin memberikan sanksi itu harus dilakukan audit yang bersifat medis, tata laksana, profesionalisme, etikanya. Dari kesimpulan itu nanti Majelis Disiplin Profesi melalui Konsil Kedokteran Indonesia,” ujar Budi.
Dalam pemaparan investigasi tersebut, Kemenkes juga memperdengarkan voice note dr Myta kepada rekannya sesaat sebelum jadwal jaga pada 15 April 2026. Dalam rekaman itu, dr Myta terdengar meminta rekannya menggantikan jadwal jaga karena mengaku sudah tidak kuat.
“Dan di tanggal 15 April pagi tepatnya ada informasi dokter MAA ini mengirimkan voice note kepada rekan ishipnya. Jadi meminta digantikan jadwal jaganya. Dengan terdengar napasnya itu sudah agak sesak,” kata Rudi.
Dalam rekaman suara yang diputar Kemenkes, dr Myta terdengar berbicara dengan napas terengah dan meminta bantuan rekannya untuk menggantikan jadwal jaga pagi di UGD karena kondisinya menurun dan merasa sudah tidak sanggup menjalani tugas pada hari itu.
"Astri... Aku... Aku mau minta tolong... Ng... Mau minta tolong. Jadi, kalau dari jadwal kan Astri ini ya, apa, libur, ndak sih? Libur, ndak sih? Aku... Mau minta tolong gantiin jadwal aku, yang pagi ini. Kalau misal... Kamu... Bisa... Hari ini aja. Nanti yang malam biarlah Rena nanti yang gantiin... Kalau yang aku sih kayak... Enggak kuat, Astri...," kata dr Myta dengan sesak.
(dec)




























