Peristiwa ini menunjukkan alasan keberadaan IHR, sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama dan solidaritas global dalam menghadapi ancaman kesehatan yang tidak mengenal batas negara.
“Prioritas kami adalah memastikan pasien yang terdampak menerima perawatan, para penumpang yang tersisa di kapal tetap aman dan diperlakukan dengan bermartabat, serta mencegah penyebaran virus lebih lanjut,” ujar Tedros.
WHO telah mengambil sejumlah langkah sejak diberi tahu mengenai situasi ini pada Sabtu, 2 Mei 2026. Langkah terbaru mencakup pengerahan seorang ahli ke atas kapal untuk mendukung penilaian medis menyeluruh terhadap seluruh penumpang dan awak kapal, sambil mengumpulkan informasi penting guna mengevaluasi risiko infeksi mereka.
WHO juga telah mengatur pengiriman 2.500 alat diagnostik dari Argentina ke laboratorium di lima negara guna memperkuat kapasitas pengujian.
Organisasi tersebut juga sedang menyusun panduan operasional langkah demi langkah untuk proses turun dari kapal dan perjalanan lanjutan penumpang serta awak kapal secara aman dan bermartabat saat mereka tiba.
Singapura ditemukan 2 orang terinfeksi
Pemerintah Singapura mengisolasi dua warganya yang sempat berada di dalam kapal pesiar yang terkait dengan wabah mematikan Hantavirus.
Kedua pria tersebut, yang masing-masing berusia 67 dan 65 tahun, diketahui berada di atas kapal MV Hondius saat kapal tersebut bertolak dari Argentina pada 1 April lalu. Demikian pernyataan resmi Lembaga Penyakit Menular (CDA) pada Kamis (7/5/2026).
“Salah satu di antaranya mengalami gejala pilek namun dalam kondisi baik, sementara satu lainnya tidak menunjukkan gejala,” ungkap CDA. Saat ini, hasil uji laboratorium untuk Hantavirus masih dalam proses pemeriksaan.
(dec)




























