Melalui sistem ini, Dian Solar memiliki visibilitas menyeluruh terhadap kondisi operasional setiap site proyek yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kemampuan monitoring secara langsung dinilai akan mempercepat proses identifikasi masalah sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan aset energi.
Perkuat Sistem Monitoring dan Pengembangan BESS
Optimalisasi Solar Innovation Hub ditopang teknologi FusionSolar dari Huawei. Platform smart energy management tersebut telah digunakan secara luas dalam pengembangan PLTS skala komersial maupun industri di berbagai negara.
Teknologi itu menghadirkan integrasi monitoring real time, Smart PV Optimizer, hingga fitur perlindungan aktif AFCI atau Arc Fault Circuit Interruption. Kombinasi fitur tersebut memungkinkan sistem energi berjalan lebih efisien, aman, serta responsif terhadap berbagai kondisi operasional di lapangan.
Implementasi teknologi monitoring modern juga membantu memastikan performa PLTS tetap optimal. Selain itu, sistem ini turut meningkatkan standar keamanan aset dan memperkuat keandalan operasional secara menyeluruh.
Direktur PT Daya Mas Agra Sejahtera, Gisela Lesmana, menegaskan bahwa perusahaan ingin menjaga efisiensi operasional seluruh aset PLTS melalui pemanfaatan teknologi digital berbasis data.
“Melalui Solar Innovation Hub, kami berkomitmen menjaga efisiensi operasional seluruh aset PLTS kami. Dukungan teknologi FusionSolar memungkinkan pemantauan real-time yang lebih akurat, sehingga setiap kendala di site dapat teratasi dengan cepat. Sinergi Dian Solar dan Huawei melalui teknologi FusionSolar ini menjadi fondasi bagi kami untuk terus mengakselerasi perluasan kapasitas, khususnya dalam pengembangan sistem O&M pada Battery Energy Storage System sekitar 25MWh di tahun ini,” ujar Gisela Lesmana.
Saat ini, teknologi monitoring FusionSolar telah diterapkan di seluruh site Dian Solar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat sistem operasional dan memperluas kapasitas energi bersih nasional.
Dalam agenda yang sama, Dian Solar dan Huawei turut menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding terkait pengembangan solusi Smart PV dan ekosistem energy storage terintegrasi di Indonesia.
Kesepakatan ini menjadi bagian dari langkah perusahaan memperkuat kesiapan pengembangan Battery Energy Storage System atau BESS. Sistem tersebut akan didukung teknologi Smart PV Monitoring System FusionSolar dengan kemampuan monitoring real time dan intelligent energy management.
Teknologi tersebut juga dirancang scalable sehingga mampu mendukung pengelolaan aset energi dalam skala yang lebih besar di masa depan. Penguatan infrastruktur digital menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam menjawab kebutuhan energi modern yang semakin kompleks.
Kolaborasi antara Dian Solar dan Huawei turut mengedepankan pengembangan sistem BESS Huawei yang didukung Operation and Maintenance berbasis digital. Teknologi ini memungkinkan proses pemantauan, analisis performa, hingga pengecekan sistem dilakukan kapan saja tanpa harus datang langsung ke lokasi proyek.
Penerapan sistem digital tersebut dinilai akan membantu perusahaan menghadirkan pengelolaan energi yang lebih efisien dan responsif. Selain mempercepat penanganan kendala teknis, sistem monitoring real time juga meningkatkan efektivitas operasional di lapangan.
Melalui kerja sama strategis ini, Dian Solar tidak hanya memperluas pengembangan solusi energi surya, tetapi juga membangun kesiapan menuju pengelolaan sistem energi terintegrasi yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi energi baru terbarukan yang efisien, transparan, dan berorientasi jangka panjang bagi sektor industri nasional.
Dian Solar sendiri merupakan anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk yang berada di bawah pilar energi dan infrastruktur Sinar Mas. Perusahaan fokus menyediakan solusi energi baru terbarukan melalui layanan terintegrasi mulai dari perencanaan, perizinan, konstruksi, hingga operasional sistem PLTS.
Sementara itu, DSSA yang berdiri sejak 1996 dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2009 saat ini memiliki empat lini bisnis utama, yakni pertambangan, energi baru terbarukan, infrastruktur digital dan teknologi, serta bahan kimia.
Melalui berbagai entitas anak usahanya, DSSA menyediakan layanan dan produk mulai dari batu bara, listrik, layanan internet, pusat data, hingga bahan kimia. Perusahaan juga terus memperkuat investasi strategis dan ekspansi berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan bisnis yang berorientasi masa depan.
(tim)






















