Logo Bloomberg Technoz

Perang Picu Lonjakan Inflasi di Kawasan Asia

Redaksi
06 May 2026 10:55

Inflasi kawasan Asia pada April kompak naik (Diolah)
Inflasi kawasan Asia pada April kompak naik (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga minyak mentah dunia yang sepanjang April bergerak di rentang US$101,06 hingga US$114.01 per barel mulai memberi tekanan inflasi di berbagai negara Asia. 

Kenaikan harga minyak sudah menjalar langsung ke harga pangan, transportasi, hingga biaya hidup masyarakat. Kawasan Asia, yang sebagian besar masih bergantung pada impor energi, jadi salah satu wilayah yang paling rentan terhadap guncangan harga minyak. 

Dari Filipina, alarm paling nyaring terdengar. Inflasi April melonjak menjadi 7,2% secara tahunan dari 4,1% pada Maret, jauh melampaui ekspektasi ekonom yang hanya memperkirakan 5,5%.


Lonjakan harga pangan dan energi menjadi pendorong utama, terutama setelah kenaikan harga minyak memperlemah peso dan menaikkan biaya impor. Bahkan inflasi inti, indikator yang mencerminkan tekanan harga lebih permanen, ikut melonjak ke 3,9%, menandakan tekanan inflasi mulai menyebar lebih luas ke perekonomian.

Harga pangan di Filipina naik 6,1%, melonjak dari 2,7% pada bulan sebelumnya. Lonjakan terutama berasal dari harga besar yang naik 13,7% secara tahunan, setelah pada Maret hanya 3,5%. Selain itu, biaya transportasi juga melonjak 21% dari sebelumnya 9,9%. Di sisi lain, komponen perumahan, air, listrik, dan bahan bakar naik 8,2% secara tahunan dari 4,7% pada bulan sebelumnya.