Strategi Grab Berubah Usai RI Minta Fee Aplikator Turun Jadi 8%
News
05 May 2026 14:45

Olivia Poh-Bloomberg News
Bloomberg, Grab Holdings Ltd. berencana menyesuaikan bisnisnya di Indonesia usai pemerintah Indonesia menyampaikan telat memutuskan untuk menurunkan komisi yang diterima aplikator layanan transportasi online, meskipun para eksekutif memperkirakan keputusan tersebut hanya akan mencakup sebagian kecil dari armada mereka.
Chief Financial Officer Peter Oey, menanggapi yang disampaikan mendadak ini pasca Grab melaporkan hasil yang lebih baik dari perkiraan, mengatakan bahwa mereka kini perlu mengubah model bisnisnya di pasar terbesarnya tersebut.
Meski begitu, langkah regulator di Indonesia ini mungkin hanya akan berlaku bagi pengemudi sepeda motor dan bukan pengemudi mobil, sehingga dampaknya relatif terbatas, kata Oey.
Prabowo Subianto pekan lalu mengumumkan komisi yang diterima aplikator bakal turun, termasuk Grab, dengan secara khusus menyoroti pengendara sepeda motor dalam pidatonya di perayaan puncak Hari Buruh 2026. Fee platform akan maksimal 8% dari setiap tarif perjalanan. Sebuah penanda bahwa margin platform ride-hailing akan terpangkas, begitu juga pendapatan. Sebelumnya perusahaan dan mitra melakukan kesepakatan kerja sama dengan potong sekitar 20%.






























