Logo Bloomberg Technoz

Bahlil Klaim Program CNG 3 Kg Bisa Hemat Devisa Rp137 Triliun

Azura Yumna Ramadani Purnama
06 May 2026 09:10

Rambu-rambu gas alam terkompresi (CNG) di stasiun pengisian bahan bakar Grup Adani./Bloomberg-Dhiraj Singh
Rambu-rambu gas alam terkompresi (CNG) di stasiun pengisian bahan bakar Grup Adani./Bloomberg-Dhiraj Singh

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengklaim pemanfaatan gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) 3 kilogram (kg) untuk menyubstitusi penggunaan gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) dapat menghemat devisa hingga Rp137 triliun per tahun.

Selain menghemat devisa, Bahlil mengklaim harga CNG 3 kg bakal lebih murah dibandingkan penggunaan LPG 3 kg. Dengan demikian, dia yakin subsidi yang digelontorkan pemerintah juga bisa lebih rendah.

Meskipun begitu, Bahlil belum membeberkan detail kalkulasi penghematan devisa dan potensi penghematan subsidi tersebut.


“Dengan kita memakai CNG insyaallah kalau teknologinya sudah ada, itu mampu kita melakukan efisiensi devisa kurang lebih sekitar Rp130 triliun sampai Rp137 triliun. Kalau itu lebih murah, itu akan mengurangi subsidi kita,” kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (5/5/2026).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (16/4/2026). (Bloomberg Technoz/Azura)

Lebih Murah