Logo Bloomberg Technoz

Presiden Iran Tegaskan Tak Akan Tunduk pada Ancaman Militer AS

Redaksi
06 May 2026 09:00

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. (Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg)
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. (Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberikan respons terhadap tuntutan Amerika Serikat (AS) agar Iran memberikan konsesi dalam negosiasi penghentian perang atau menghadapi kekuatan militer yang mematikan. Pezeshkian menegaskan, "Tidak ada yang bisa membuat kami menyerah," dan menyatakan bahwa para pengikut aliran Syiah "tidak dapat dipaksa dengan kekerasan."

Melalui unggahan di platform media sosial X, Pezeshkian mengungkapkan bahwa dirinya telah berbicara dengan Perdana Menteri Irak Ali Al-Zaidi dan mendesak AS untuk menarik segala ancaman militer dari kawasan Timur Tengah.

"Dalam panggilan telepon saya dengan PM Irak @AliFalihAlzaidy, saya mendesak AS untuk menghapus ancaman militer dari wilayah kami; pengikut mazhab Syiah tidak dapat dipaksa dengan kekerasan," tulis Pezeshkian.


Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan dalam beberapa hari terakhir bahwa rencana keamanan baru mereka untuk Selat Hormuz bertujuan untuk mencegah senjata dan pasokan melewati jalur tersebut menuju pangkalan militer AS di kawasan. Hal ini menjadi salah satu poin krusial yang menghambat negosiasi antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang.

Sementara itu, Donald Trump menyatakan bahwa operasi AS untuk membuka Selat Hormuz, yang dikenal sebagai Project Freedom, telah ditangguhkan sementara guna memberikan ruang bagi kemajuan negosiasi dengan Teheran.