Data Inflasi: Konsumsi Lesu, Daerah dan Akses Pendidikan Timpang
Tim Riset Bloomberg Technoz
04 May 2026 16:13

Bloomberg Technoz, Jakarta - Inflasi Indonesia pada April 2026, tercatat sebesar 2,42% secara tahunan. Jika dibandingkan dengan inflasi Maret 3,48%, dan Februari 4,75%, inflasi bulan April ini cenderung melandai menandakan adanya moderasi konsumsi di masyarakat.
Inflasi April terjadi lantaran adanya kenaikan harga dari kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,06%, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,79%, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,74%, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,60%.
Selain itu, kelompok kesehatan sebesar 1,49%, kelompok transportasi sebesar 1,61%, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,83%, kelompok, rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,19%, kelompok pendidikan sebesar 1,14%, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,93%, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya melonjak paling tinggi sebesar 11,43%.
Struktur inflasi Indonesia memang masih didorong oleh kenaikan harga komoditas pangan seperti beras, daging ayam, dan minyak goreng, serta belakangan ini karena kenaikan harga avtur tarif transportasi seperti angkutan udara juga ikut menyumbang inflasi.
Jika ditelusuri, struktur inflasi kali ini ditopang oleh kenaikan harga emas yang masuk menjadi subkelompok perawatan pribadi dan kenaikan harga pangan alias volatil food.




























