Rupiah di Luar Negeri Defensif Kala Pasar Spot Libur Hari Buruh
Tim Riset Bloomberg Technoz
01 May 2026 11:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan mata uang di pasar luar negeri bergerak defensif setelah melemah dua hari beruntun. Pergerakan rupiah offshore terapresiasi 0,1% di level Rp17.320/US$ pada 09.30 WIB, kala pasar spot tutup memperingati Hari Buruh, pada Jumat (1/5/2026).
Sementara, indeks dolar AS kembali menguat 0,07% ke posisi 98,12 di tengah pasar kawasan mayoritas tutup hari ini. Hanya yen Jepang melemah 0,45%, dan dolar Hong Kong 0,01%. Sebaliknya, yuan offshore dan dolar Singapura menguat terbatas masing-masing 0,02% dan 0,01%.
Sepekan ke belakang, pergerakan mata uang kawasan cukup beragam dengan bias pelemahan akibat tertekan harga minyak mentah.
Kenaikan kembali harga minyak yang menembus US$120 per barel memberikan pukulan berat bagi pasar mata uang Asia, menyeret sejumlah mata uang paling rentan di kawasan ini kembali ke level terendah sepanjang masa seiring bangkitnya kekhawatiran inflasi.
Sejak perang dimulai sekitar dua bulan lalu, rupiah Indonesia, rupee India, dan peso Filipina semuanya telah melemah tajam, menjadikannya sebagai salah satu mata uang dengan kinerja terburuk, tidak hanya di kawasan tetapi juga di antara negara berkembang.































