Logo Bloomberg Technoz

Rupiah yang Semakin Lemas Menanti Langkah Tegas

Redaksi
30 April 2026 14:57

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Pertahankan BI Rate 4,75% (Foto Diolah Berbagai Sumber)
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Pertahankan BI Rate 4,75% (Foto Diolah Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pelaku pasar menanti langkah tegas pemerintah di tengah kondisi rupiah yang makin terpuruk. 

Siang ini (30/4/2026), rupiah kembali menembus titik terendahnya sepanjang masa di posisi Rp17.380/US$ menyusul keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) yang kembali menahan suku bunga acuan. 

Pergerakan rupiah melemah sepanjang sejarah Rp17.380/US$. (Bloomberg)

Keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk kembali menahan suku bunga menegaskan bahwa ketidakpastian global masih menjadi realitas utama yang harus dihadapi seluruh negara, termasuk Indonesia.


Sikap The Fed yang cenderung hati-hati tidak menaikkan suku bunga serta tidak terburu-buru menurunkannya menandakan adanya tekanan inflasi dan risiko global yang belum sepenuhnya reda. 

Dari domestik, inflasi tahunan rata-rata Indonesia diperkirakan akan naik 3,1% pada 2026, naik dari capaian sebelumnya 2,9% menurut survei bulanan yang dihelat Bloomberg.