Logo Bloomberg Technoz

ESDM Respons Tambang Nikel WBN ‘Tutup’, Beri Waktu Revisi RKAB

Azura Yumna Ramadani Purnama
30 April 2026 10:00

Mesin reclaimer roda ember menggali tanah di pabrik feronikel Eramet SA di Noumea, Kaledonia Baru./Bloomberg- Madelene Pearson
Mesin reclaimer roda ember menggali tanah di pabrik feronikel Eramet SA di Noumea, Kaledonia Baru./Bloomberg- Madelene Pearson

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara ihwal habisnya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Weda Bay Nickel (WBN) hingga menyebabkan tambang bakal ditutup sementara.

Sekretaris Ditjen Minerba Kementerian ESDM Siti Sumilah Rita Susilawati menyatakan, secara umum, revisi RKAB dapat diajukan pada semester II-2026, sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dengan begitu, perusahaan pertambangan yang membutuhkan revisi RKAB dapat mengajukannya pada periode tersebut. Nantinya, Kementerian ESDM bakal mempertimbangkan revisi RKAB yang diajukan.


“Ada, kita memberikan waktu buat revisi itu waktunya. Secara aturan, di Kepmen ESDM itu ada diberikan kesempatan untuk perusahaan untuk melakukan revisi RKAB ada waktunya,” kata Rita kepada awak media di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026).

Lebih lanjut, Rita mengklaim belum mendapatkan data tambang nikel mana saja yang kuota produksinya telah mencapai target. Dia padahal mengklaim Kementerian ESDM memiliki data realisasi produksi dari masing-masing tambang.