Alhasil, harga pangan melandai. Mengutip catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) keluaran Bank Indonesia (BI), harga bawang merah ukuran sedang di pasar tradisional hanya naik 0,22% dalam sebulan terakhir.
Sementara harga cabai merah besar naik 0,41%, cabai rawit hijau terangkat 0,21%, gula pasir lokal bertambah 0,26%, dan minyak goreng kemasan bermerek menguat 0,4%.
Tidak sedikit harga sembako yang malah turun. Di antaranya adalah bawang putih ukuran sedang (-0,13%), beras medium (-1,24%), cabai merah keriting (-1,82%), daging ayam ras (-2,29%), telur ayam ras (-2,34%), dan daging sapi (-0,07%).
Harga BBM dan Elpiji
Sepertinya inflasi April akan lebih diwarnai oleh kenaikan harga energi. Seiring perang di Timur Tengah yang mendongkrak harga energi dunia, PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Elpiji.
Per 18 April, harga Pertamax Turbo (RON 98) dipatok Rp 19.400/liter di Jabodetabek. Naik Rp 6.300/liter dibandingkan dengan harga sebelumnya. Begitu juga dengan Pertamax Green, naik Rp 900 menjadi Rp12.900/liter di Jabodetabek.
Untuk harga BBM jenis solar non-subsidi, yakni Dexlite dan Pertamina Dex, sama-sama mengalami kenaikan yang signifikan di Jabodetabek. Harga Dexlite dipatok menjadi Rp 23.600/liter, naik Rp9.400 dibandingkan dengan harga sebelumnya Rp 14.200/liter.
Sementara Pertamina Dex dipatok Rp 23.900/liter, naik Rp 9.400 dibandingkan dengan harga sebelumnya Rp 14.500/liter.
BI memperkirakan kenaikan harga BBM akan menambah inflasi sebesar 0,04 poin persentase. “BBM non-subsidi apabila kita lihat dengan bobotnya di inflasi, maka untuk April ini bisa meningkatkan inflasi. Namun tidak terlalu besar,” ungkap Aida S Budiman, Deputi Gubernur BI, pekan lalu.
Tidak hanya BBM, harga Elpiji non-subsidi pun naik pada April. Per 18 April, harga Elpiji 12 kg ditetapkan sebesar Rp 228.000/tabung atau naik Rp 36.000 dari harga sebelumnya.
Sementara itu, harga Elpiji 5,5 kg berada di Rp 107.000/tabung atau naik Rp 17.000 dibandingkan dengan harga sebelumnya.
Untuk wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan Papua, harga Elpiji 12 kg mencapai Rp 285.000/tabung dan yang 5,5 kg Rp 134.000/tabung.
(aji)



























