Sementara itu, pergerakan pasar Asia cenderung mixed sebagai respons atas kabar Uni Emirat Arab yang berencana keluar dari OPEC sehingga berpotensi mengubah peta suplai dan dinamika harga minyak global.
“Secara teknikal IHSG masih berpeluang bergerak terbatas dalam fase sideways dengan area support di level 7.000 dan resistance di 7.160,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.
Pasar mencermati pergerakan harga komoditas minyak dunia, keputusan suku bunga dari Federal Reserve yang tetap di level 3,5-3,75%, serta sentimen menjelang libur panjang yang berpotensi menekan aktivitas transaksi.
Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah CDIA, AKRA, dan SMDR.
Melansir Phintraco Sekuritas, secara teknikal indikator MACD masih membentuk pelebaran histogram negatif. Stochastic RSI berada di area oversold, meski belum menunjukkan reversal.
“IHSG berpeluang menguji MA-5 di sekitar level 7.156. Namun perlu diwaspadai potensi profit taking menjelang long weekend. Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran 7.050–7.150,” mengutip paparan Phintraco.
Adapun yang jadi perhatian, keputusan The Fed mempertahankan suku bunga kali ini mencatat jumlah perbedaan pendapat tertinggi sejak 1992. Satu pembuat kebijakan lebih memilih penurunan suku bunga sebesar 25 bps, sementara tiga pembuat kebijakan lainnya tidak mendukung dimasukkannya pelonggaran dalam pernyataan The Fed.
Jerome Powell juga mengatakan berencana untuk tetap menjabat sebagai Gubernur setelah masa jabatannya berakhir. Powell menyatakan ingin tetap menjabat sampai semua serangan hukum terhadap bank sentral berhenti, dan menyatakan memandang independensi The Fed dalam risiko.
Sebagai catatan, masa jabatan Powell akan berakhir pada Mei, setelah itu kemungkinan besar akan digantikan oleh Kevin Warsh, yang telah lolos pemungutan suara Komite Perbankan Senat AS dan sekarang menghadapi pemungutan suara konfirmasi pamungkas.
Top picks atau saham pilihan riset Phintraco: saham UNVR, CDIA, IMPC, AADI, dan ITMG.
CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, melemahnya bursa Wall Street, rebalancing beberapa indeks domestik, pelemahan nilai tukar rupiah, dan berlanjutnya aksi jual investor asing diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
Sementara itu, naiknya harga komoditas energi dan CPO, serta banyaknya laporan keuangan emiten kuartal I–2026 yang dirilis berpeluang menjadi katalis positif.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.025–6.950 dan resistance 7.180–7.255,” tulis riset CGS International.
Dengan saham-saham pilihan versi CGS meliputi meliputi saham HMSP, WIIM, GOTO, ADRO, LSIP, dan MIDI.
Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG akan melemah disebabkan oleh tensi geopolitik yang kembali meningkat, kembali melemahnya rupiah, kenaikan yield obligasi di AS dan domestik, serta masih derasnya outflow dana asing. Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah DMAS, ITMG, dan BIRD.
(fad/aji)






























