Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Lesu Hari Ini, Tapi Setidaknya Finis di Bawah Rp17.300/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
29 April 2026 15:25

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah melanjutkan pelemahan hingga penutupan perdagangan pasar sore ini (29/4/2026), seiring kembali melambungnya harga minyak mentah terimbas oleh rencana Amerika Serikat (AS) memperluas area blokade di Selat Hormuz. 

Rupiah ditutup melemah 0,39% ke posisi Rp17.293/US$, setelah sempat menyentuh level terendah sepanjang masa pada 11:03 WIB di Rp17.330/US$. 

Pergerakan rupiah dalam tiga hari terakhir, per Rabu (29/4/2026). (Bloomberg)

Harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Juni kembali naik 1,02% ke US$113,07 per barel, setelah Presiden AS Donald Trump membeberkan rencananya untuk memperluas blokade Selat Hormuz untuk menekan perekonomian Iran. 


Sejalan dengan menguatnya sentimen risk-off, indeks dolar AS yang masih menjadi aset safe haven kembali menguat meski terbatas 0,04% ke posisi 98,67. 

Hal ini membawa mata uang kawasan Asia melemah. Peso Filipina tertekan paling dalam sebesar 0,53%, disusul baht Thailand dan won Korea Selatan masing-masing 0,4%, dan rupian Indonesia 0,39%. Sebaliknya, hanya yuan China dan ringgit Malaysia yang menguat terbatas. 

Mata uang kawasan Asia, pada Rabu (29//4/2026) sore, (Bloomberg)