Logo Bloomberg Technoz

KemenPPA Usul Gerbong Wanita di Tengah Usai Tragedi Bekasi

Dinda Decembria
28 April 2026 13:10

Pemudik Kereta Api Jarak Jauh menunggu keberangkatan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (18/3/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pemudik Kereta Api Jarak Jauh menunggu keberangkatan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (18/3/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA) mengusulkan penataan ulang posisi gerbong khusus perempuan pada rangkaian kereta, menyusul insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur. 

Menteri PPA Arifah Choiri Fauzi menyampaikan bahwa selama ini gerbong wanita ditempatkan di bagian depan atau belakang rangkaian. Penempatan tersebut awalnya dimaksudkan untuk menghindari penumpukan penumpang, namun dinilai perlu dievaluasi pascakejadian.

“Kalau tadi kita ngobrol dengan KAI itu kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah jadi yang laki-laki di ujung, yang depan belakang itu laki-laki jadi yang perempuan di tengah,” ujar Arifah kepada wartawan, RSUD Bekasi, Selasa (28/4).


Ia menjelaskan, dengan posisi gerbong wanita di tengah, diharapkan distribusi penumpang menjadi lebih merata dan risiko desakan saat kondisi darurat dapat berkurang. Skema ini juga dinilai dapat memberikan ruang yang lebih aman bagi penumpang perempuan.

Arifah turut menyoroti korban dalam insiden tersebut. Ia mengaku sempat terkejut karena terdapat korban laki-laki, meskipun terdapat gerbong khusus perempuan dalam rangkaian kereta.