Kecelakaan Argo Bromo, Mencuat Desakan Audit Sistem PT KAI
Pramesti Regita Cindy
28 April 2026 13:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendesak dilakukannya investigasi secara menyeluruh atas kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).
Ketua Forum Perkeretaapian MTI Deddy Herlambang menilai, selain faktor perlintasan tanpa palang pintu, dugaan kelalaian masinis yang tidak mengindahkan sinyal berhenti menjadi penyebab utama tabrakan dari belakang (rear-end collision).
Ia menyebut pola ini mirip dengan kecelakaan di Petarukan, Pemalang pada 2010.
"Pada lintas Kereta Api Jatinegara-Cikarang menggunakan persinyalan open block yang artinya jika ada rangkaian Kereta Api berhenti, sinyal di belakangnya akan menyala merah otomatis, artinya Kereta Api yang berada di belakangnya wajib berhenti," kata Deddy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4/2026).
"Bila masinis lalai atau tidak melihat sinyal warna merah tersebut dapat dipastikan akan terjadi KKA menubruk Kereta Api di depannya," sambungnya.





























