Logo Bloomberg Technoz

Mengapa Dunia Cemas dengan Keamanan Jalur Selat Malaka?

News
28 April 2026 11:10

Ilustrasi Selat Malaka (Diolah)
Ilustrasi Selat Malaka (Diolah)

Philip J. Heijmans dan Chandra Asmara - Bloomberg News

Bloomberg, Gangguan pelayaran di Selat Hormuz mulai memicu kekhawatiran atas kerentanan koridor maritim kritis lainnya di belahan dunia yang berbeda. Selat Malaka—jalur perairan sempit antara Indonesia dan Malaysia yang mengalirkan perdagangan melewati Singapura—kini menjadi pusat perhatian sebagai titik sempit (chokepoint) tersibuk di dunia yang menopang lebih dari seperlima perdagangan maritim global.

Selat Malaka telah lama dianggap sebagai titik kerentanan strategis, terutama bagi China yang sangat bergantung pada rute ini untuk impor energi. Isu ini mencuat kembali setelah penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons atas serangan militer AS dan Israel. Meski Selat Malaka diatur oleh hukum internasional yang menjamin lintasan bebas, kekhawatiran sempat meluas setelah seorang pejabat tinggi Indonesia melontarkan ide tentang pengenaan tarif lintas (transit tolls).


Meski pejabat regional telah menegaskan kembali bahwa selat akan tetap terbuka dan bebas biaya, insiden ini menyoroti betapa sensitifnya perdagangan global terhadap gangguan di sepanjang koridor utamanya.

Apa pentingnya Selat Malaka?

Selat Malaka adalah urat nadi pelayaran terpenting dunia yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut China Selatan dan Pasifik. Membentang sekitar 500 mil antara Pulau Sumatera dan Semenanjung Malaya, jalur ini merupakan rute laut terpendek antara Timur Tengah dan Asia Timur.

Selat Malaka: Arteri Penting untuk Perdagangan Antara Asia dan Timur Tengah. (Sumber: Bloomberg)