Logo Bloomberg Technoz

Penurunan Stok 'Ekstrem', Goldman Kerek Proyeksi Harga Minyak

News
27 April 2026 09:50

Ilustrasi kilang minyak. Perang Iran Vs Amerika kian membuat suram pasar energi dunia. dok: Bloomberg
Ilustrasi kilang minyak. Perang Iran Vs Amerika kian membuat suram pasar energi dunia. dok: Bloomberg

Nicholas Lua - Bloomberg News

Bloomberg, Goldman Sachs Group Inc menaikkan proyeksi harga minyaknya karena penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan memicu penurunan stok yang "ekstrem".

Harga minyak Brent diperkirakan akan mencapai rata-rata US$90 per barel pada kuartal keempat, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar US$80. Demikian disampaikan para analis termasuk Daan Struyven dan Yulia Zhestkova Grigsby dalam catatan tanggal 27 April.


Bank tersebut juga menaikkan perkiraan untuk kuartal saat ini dan kuartal ketiga, yang merupakan revisi terbaru dalam serangkaian penyesuaian.

“Kami memperkirakan bahwa kehilangan produksi minyak mentah Teluk Persia sebesar 14,5 juta barel per hari mendorong penurunan persediaan minyak global pada laju rekor 11 hingga 12 juta barel per hari pada April,” kata mereka.