Logo Bloomberg Technoz

AS Luncurkan Serangan Baru ke Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak

News
11 June 2026 07:10

Ilustrasi harga minyak dunia. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi harga minyak dunia. (Dok: Bloomberg)

Nicholas Lua - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak kembali melonjak setelah Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan baru ke wilayah Iran. Langkah ini semakin menekan gencatan senjata yang sudah rapuh, sekaligus mengancam bakal memperpanjang konflik di Timur Tengah yang telah mengacaukan pasar keuangan global.

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) sempat melesat hingga 2,7% ke posisi US$92,45 per barel, setelah pada sesi perdagangan sebelumnya ditutup menguat lebih dari 2%. Sementara itu, minyak jenis Brent menetap di kisaran US$93 per barel. Pihak militer AS menyatakan bahwa mereka telah menggempur "sejumlah" target untuk hari kedua berturut-turut, setelah Presiden Donald Trump menuduh Iran sengaja mengulur-ulur waktu dalam perundingan kesepakatan damai interim. Di pihak lain, Teheran menegaskan akan tetap berdiri kokoh melawan segala bentuk ancaman.


Aksi militer terbaru AS ini menyusul serangan pada hari Selasa kemarin, yang diluncurkan sebagai bentuk pembalasan atas ditembak jatuhya helikopter militer AS di lepas pantai Oman. Meningkatnya kembali intensitas pertempuran ini berisiko memperpanjang penutupan total Selat Hormuz, yang telah menghambat pasokan minyak mentah, bahan bakar, hingga gas alam sejak perang pertama kali pecah pada akhir Februari lalu.

"Beberapa hari ke depan akan menjadi fase kritis untuk menentukan apakah jalur diplomasi dapat kembali ditegakkan, atau justru konflik ini masuk ke dalam siklus eskalasi yang lebih berkepanjangan," ujar Jorge Leon, kepala analisis geopolitik di lembaga konsultan Rystad Energy. "Volatilitas harga minyak kemungkinan besar akan tetap tinggi sampai ada bukti yang lebih jelas bahwa gencatan senjata dapat dipertahankan," tambahnya.