Logo Bloomberg Technoz

AS Serang Balik Iran, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak

News
10 June 2026 07:10

Ilustrasi harga minyak. (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi harga minyak. (Sumber: Bloomberg)

Nicholas Lua - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak kembali merangkak naik setelah Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan udara baru ke wilayah Iran. Serangan ini merupakan respons atas ditembak jatuhya helikopter militer AS, sekaligus menjadi ancaman baru bagi gencatan senjata rapuh yang terus diuji oleh rangkaian ketegangan di Timur Tengah belakangan ini.

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) sempat melonjak hampir 2% hingga diperdagangkan mendekati level US$90 per barel, sebelum akhirnya melepaskan kembali sebagian dari keuntungan tersebut. Pada perdagangan hari Selasa kemarin, indeks acuan AS ini ditutup melemah 3,4%. Pihak militer AS menyatakan bahwa "serangan membela diri" tersebut diluncurkan atas instruksi langsung dari Presiden Donald Trump menyusul jatuhnya helikopter jenis Apache milik mereka.


"Misi ini merupakan respons proporsional terhadap agresi Iran yang tidak berdasar," ungkap Komando Sentral AS (Centcom) melalui unggahannya di platform X. Sementara itu, media resmi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan bahwa Pulau Qeshm yang terletak di Selat Hormuz menjadi sasaran rudal dengan setidaknya enam ledakan terdengar di lokasi.

Sebelum serangan terjadi, Trump secara terbuka menuduh Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya helikopter yang diklaim tengah berpatroli di atas selat tersebut, dan ia bersumpah akan membalas tindakan itu. Menanggapi serangan udara AS, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan melalui platform X bahwa angkatan bersenjata Iran tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun berlalu tanpa balasan.