Logo Bloomberg Technoz

Listrik Jawa Padam Bergilir, Antisipasi Cadangan Daya PLN Disoal

Azura Yumna Ramadani Purnama
11 June 2026 16:20

Pejalan kaki di sepanjang jalan saat listrik padam. (Xavier Garcia/Bloomberg)
Pejalan kaki di sepanjang jalan saat listrik padam. (Xavier Garcia/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Institute for Essential Service Reform (IESR) menilai pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Pulau Jawa semestinya dapat diantisipasi oleh PT PLN (Persero), sebab perusahaan setrum negara tersebut seharusnya memiliki ketersediaan cadangan daya atau reserve margin sebesar 30%.

Chief Executive Officer (CEO) IESR Fabby Tumiwa berpendapat gangguan pada satu pembangkit atau elemen jaringan seharusnya tidak dengan mudah berkembang menjadi pemadaman yang luas, kecuali jika PLN memang melakukan pemadaman untuk mengurangi beban listrik atau load curtailment.

Fabby mengungkapkan gangguan pada satu pembangkit atau satu elemen jaringan seharusnya dapat diantisipasi melalui ketersediaan cadangan daya, sistem proteksi, dan redundansi jaringan yang memadai.


“Seharusnya dapat diantisipasi melalui  ketersediaan cadangan daya, sistem proteksi, dan redundansi jaringan yang memadai. Di sistem kelistrikan PLN, ketentuan reserve margin mencapai 30% harusnya memberikan jaminan keamanan pasokan pembangkit,” kata Fabby dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).

Untuk itu, Fabby mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku regulator perlu melakukan investigasi menyeluruh untuk memahami penyebab, faktor pemicu, serta kelemahan sistem yang memungkinkan gangguan berkembang menjadi pemadaman yang meluas.