Logo Bloomberg Technoz

ESDM Beber Siasat Cegah Migrasi Konsumen Pertamax ke Pertalite

Azura Yumna Ramadani Purnama
11 June 2026 19:30

Pengendara mengantre mengisi bbm Pertamax di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengendara mengantre mengisi bbm Pertamax di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui terdapat potensi migrasi konsumsi dari Pertamax ke Pertalite usai harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi RON 92 tersebut mengalami kenaikan sebesar 32% menjadi Rp16.250/liter.

Kendati begitu, Kementerian ESDM telah menyiapkan langkah mitigasi dengan mendorong pemanfaatan subsidi tepat sasaran melalui sejumlah langkah pengetatan.

Juru bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) telah memiliki sistem MyPertamina yang mewajibkan pembelian BBM bersubsidi menggunakan QR-code.


Selain itu, dia menyatakan Kementerian ESDM bakal terus menindak oknum-oknum yang kerap menggunakan BBM bersubsidi tidak untuk peruntukannya.

“Antisipasi, mitigasi pasti dilakukan. Misalnya, saat ini untuk akses BBM subsidi kan menggunakan QR ya, walaupun mungkin banyak juga oknum-oknum yang mengakali ini. Namun, Menteri ESDM sudah meminta untuk Pertamina dan pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan di bawah,” kata Anggia di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (11/6/2026).

Pengendara mengisi bbm Pertamax di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)