Logo Bloomberg Technoz

Dalam pertemuan lanjutan yang digelar di Kantor Ditjen Migas, Gedung Ibnu Soetowo, pihak PT Inti Sinergi Formula menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan Lemigas guna memenuhi seluruh kebutuhan pengujian.

Pemerintah menyatakan terbuka terhadap inovasi bahan bakar alternatif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, setiap produk tetap harus melalui proses pengujian ketat sebelum dapat digunakan secara luas.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keamanan bagi konsumen, termasuk mencegah potensi risiko seperti kerusakan mesin serta memberikan kepastian hukum terhadap kualitas produk.

“Hal ini demi melindungi masyarakat dari resiko kerusakan mesin, serta memberikan kepastian hukum sebagai dasar pengaduan produk jika tidak sesuai dengan standar yang dijanjikan,” jelas dia. 

Sekadar catatan, kemunculan BBM Bobibos sempat membuat heboh lini masa media sosial pada November tahun lalu. Bahan bakar nabati jenis bensin dan solar tersebut diklaim menggunakan bahan baku tanaman jerami.

Bobibos sendiri merupakan singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos. Produk tersebut hadir dalam dua jenis, warna putih untuk mesin bensin dan warna merah untuk mesin solar atau diesel.

Founder Bobibos M. Ikhlas mengklaim perusahaannya mampu mengolah jerami menjadi BBM, baik jenis bensin dan solar. Dia mengatakan jerami dari 1 hektare (ha) sawah bisa menghasilkan 3.000 liter BBM Bobibos.

Ikhlas mengklaim jerami tersebut dapat diubah menjadi BBM nabati dengan nilai oktan atau research octane number (RON) setara 98 serta memiliki emisi yang rendah. 

(mfd/wdh)

No more pages